lanjutan dariĀ http://yapendikgpib.or.id/profil-cabang-samarinda-bagian-1/

 

Oleh: ELISANDER HIA, S.Pd
(Ketua Bidang Pendidikan Yapendik GPIB Cabang Samarinda)

PENDIRIAN YAPENDIK GPIB CABANG SAMARINDA

Tercatat ada 21 Pos Pekabaran Injil yang tersebar dari wilayah industri perkayuan, industri pertambangan dan daerah-daerah transmigran. Perkembangan

yang sangat cepat itu membutuhkan tenaga tambahan pendeta. Pada tahun 1980 GPIB mendapat bantuan tenaga misi dari Korea Selatan yaitu Pendeta Yoo Jung Woo yang datang dengan istri dan ketiga anaknya.

Dikarenakan biaya tinggal yang cukup tinggi di kota Samarinda ketika itu, maka diputuskanlah untuk membangun sebuah pastori diatas lahan GPIB Immanuel di Segiri, bangunan pertama inilah yang kelak menjadi sebuah pastori yang saat ini dimiliki GPIB Jemaat Eben Haezer Samarinda. Dari bangunan pastori itulah, GPIB Immanuel kemudian mengembangkan lahan yang dimilikinya. Selain karena kebutuhan misioner akan perkembangan pembukaan wilayah-wilayah pelayanan yang baru, GPIB perlu untuk menyiapkan perkembangan pekabaran injil di wilayah perkotaan khususnya dengan memperhatikan kebutuhan pendidikan. Lalu dibentuklah Yayasan Pelita Bakti yang akan membangun prasarana pendidikan berupa Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Pembangunan fisik sarana pendidikan di Segiri itulah yang menjadi cikal bakal berdirinya Sekolah Yapendik GPIB Cabang Samarinda. Ada dua lokasi pendidikan yang dikelola Yayasan pada masa itu, yaitu Taman Kanak-kanak yang terletak di belakang Gedung Gereja Immanuel Jln. Jenderal Sudirman No. 07 Samarinda dan dua buah bangunan sekolah permanen di atas lahan tanah Segiri yang sekarang dikenal kompleks Voorvo. Akan tetapi sayangnya, dalam masa kepengurusan Yayasan Pelita Bakti yang tidak lama, terbitlah kebijakan baru secara Sinodal oleh Majelis Sinode GPIB. Kebijakan itu adalah yayasan-yayasan pendidikan di seluruh GPIB harus bernaung dalam satu Yayasan yang sama yaitu Yayasan Pendidikan Kristen (Yapendik GPIB), Surat Keputusan nomor 13/82/Kpts Tanggal 12 Oktober 1982.

Di tahun 1982 itu jugalah kemudian berdiri Sekolah Tenaga Pelayanan Gerejawi (STPG) yang akan mencetak tenaga-tenaga penginjil untuk membantu tugas pelayanan di daerah-daerah yang baru dibuka. Kebijakan GPIB Immanuel Samarinda dibawah pelayanan Pendeta J.L. Pantou ini kemudian diteruskan oleh Pendeta Jantje Benny Welly Petrus Kokali, SM.PAK yang menggantikan tugas pendeta Pantou sebagai Ketua Majelis Jemaat Immanuel Samarinda. Pada tahun 1983, diresmikan Asrama STPG di atas lahan Segiri Samarinda, pembangunan Asrama ini untuk menjawab kebutuhan tenaga penginjil yang akan disebar ke seluruh wilayah GPIB.

Perkembangan selanjutnya STPG Samarinda berhenti opertasional setelah terpenuhinya kebutuhan Tenaga Penginjil di Pos-pos Pelayanan GPIB. Sementara TK Kristen Immanuel di jalan Sudirman Samarinda tetap eksis dan mengalami kemajuan.

Akhirnya Yapendik GPIB Pusat membentuk Yapendik GPIB Cabang Samarinda dengan Surat Keputusan Nomor 74/88/YPK/Kpts Tanggal 20 Mei 1988.

Kini di Yapendik GPIB Cabang Samarinda telah diselenggarakan Satuan Pendidikan:

  1. Rintisan Kelompok Bermain (Play Group)
  2. Taman Kanak-kanak (TK)
  3. Sekolah Dasar (SD)
  4. Sekolah Menengah Pertama (SMP)
  5. Sekolah Menengah Atas (SMA)

– bersambung

(*)